Sebagai orang percaya tentunya kita mengerti akan keterbatasan kita sebagai manusia. Menyadari akan kelemahan kita, ketidakmampuan kita, ketidakberdayaan kita dan masih banyak lagi....oleh sebab itu kita membutuhkan pertolongan dari Tuhan Yesus Kristus. Dia adalah Tuhan yang "MAHA" dalam segala perkara. Dalam kehidupan ini, ada banyak hal yang sering kita temui dan kita harus sadar bahwa kita tidak mampu menghadapinya..kita lebih banyak "berada dibawah kontrol", kita "dikendalikan" karena memang kita tidak mampu. Itulah kodrat kita sebagai manusia. Namun kita bersyukur bahwa kita telah diselamatkan, tetapi tetap saja kita harus mengandalkan Tuhan dalam hidup ini. Karena hanya Dia yang memampukan kita untuk dapat keluar dan "tidak berada dibawah kontrol" dari kekuatan-kekuatan diluar Tuhan....Dalam hidup kita sebagai manusia daging kita sering diperhadapkan dengan masalah hidup yang
akan memproses IMAN kita kepada Tuhan, tapi kita tidak perlu takut dan gentar karna Tuhan selalu siap dan sedia menolong. Dia tidak mengenal waktu ketika datang menolong kita, karena Dia adalah Tuhan yang setia. Mengandalkan Tuhan berarti menyadari keterbatasan kita. Sebagai manusia ciptaan kitapun tidak hidup sendirian, tapi masih ada yang lain. Dalam Firman Tuhan dituliskan bahwa yang KUAT mengkuatkan yang LEMAH. Nah disinilah peran kita sebagai orang percaya yang telah diselamatkan. Kita tidak hanya memikirkan diri kita sendiri tapi juga orang lain namun, kita tetap mengandalkan Tuhan. Maka dari itu MENARA DOA INDONESIA ini terbentuk untuk melayani, dalam hal ini yang dilakukan adalah PELAYANAN DOA, juga pelayanan-pelayanan yang lain.
Dalam Kisah Para Rasul 2:41-47
1. Mereka bertekun dan bersatu
“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan” (ay 42). Ada dua kegiatan yang mereka lakukan yaitu bertekun dalam pengajaran dan bertekun dalam persekutuan. Mereka meningkatkan iman/ kerohanian dan membina persaudaraan. Keseimbangan dibutuhkan untuk menjadikan mereka “sehati dan sejiwa” (Kis 4:32). Yang perlu disadari keakraban jemaat lebih mudah dicapai jika kerohanian jemaat meningkat karena semua jemaat akan berpusat kepada Kristus dan rindu menjalankan kehendak Bapa. Rasul Yakobus berkata pertengkaran dapat terjadi, “kamu menginginkan sesuatu tetapi kamu tidak memperolehnya” (Yak 4:2). Hanya orang-orang yang rohani akan berusaha hidup dalam roh dan mematikan keinginan daging. Dikatakan “mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah…makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati sambil memuji Allah” (ay 46). Tidak ada pertengkaran; tidak ada gossip (berkata-kata yang tidak perlu); tidak ada kemunafikan tetapi mereka berpusat kepada Firman Tuhan dan membina persaudaraan dengan hati yang tulus (Engl: sincere heart) – benar, jujur, bersih, murni, polos dan baik.
2. Mereka menyatakan kuasa Allah
“Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujijat dan tanda” (ay 43). “Mujijat dan tanda” harus dinyatakan sebagai bukti bahwa Tuhan yang kita sembah adalah “Allah yang Maha besar dan dahsyat” (Neh 1:5). Sewaktu Petrus menyembuhkan orang lumpuh di Bait Allah, “Seluruh rakyat itu melihat dia ... sehingga mereka takjub dan tercengang…” (Kis 3:9). Petrus ditanyai di Mahkamah Agama “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu” (Kis 4:7) dan dijawabnya “dalam nama Yesus Kristus” (Kis 4:10). Oleh sebab itu “makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan” (Kis 5:14). Yang perlu disadari bahwa kita adalah orang-orang percaya yang telah “menerima kuasa” (baca Kis 1:8). Di saat Tuhan mengutus murid-muridNya, “memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan” (Mat 10:1). Yang menjadi masalah masa kini banyak orang yang tidak menyadari akan kuasa Tuhan dan tidak menggunakan kuasaNya. Salah satu kuasa, “Doa orang benar bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Elia adalah manusia biasa sama dengan kita….” (Yak 5:16). Apakah karuniamu?
3. Mereka peduli terhadap sesama.
“selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing” (ay 45). Selalu ada yang bermurah hati atau yang hatinya tergerak oleh belas kasihan sehingga “tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka” (Kis 4:34). Sejauh apa keperdulian kita memenuhi kekurangan mereka? Tuhan Yesus menyatakan “Ketika Aku lapar … Ketika Aku haus… Ketika Aku seorang asing… Ketika Aku telanjang… Ketika Aku sakit… Ketika Aku di dalam penjara.. “ (Mat 25:35-36). Mereka saling memperhatikan dengan kasih dan peduli di antara saudara seiman! Apakah jemaat mula-mula exclusive? Tidak! Nasihat Rasul Paulus, “Marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman” (Gal 6:10). Sebagai pelengkap dalam hal pemberian kita, Rasul Paulus mengajarkan, “rela untuk memberi … berdasarkan apa yang ada padamu … Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka” (2 Kor 8:12-14). Pemberian bukan hanya harta tetapi disemua bidang termasuk waktu, tenaga, harta dan kepandaianmu.(JKI Agape)
Sebab itu marilah kita saling menguatkan dan saling mendorong satu dengan yang lain agar kita bersama-sama mewarisi KERAJAAN TUHAN YANG KEKAL.
DOA KITA AKAN MEMBANTU KEHIDUPAN IMAN ORANG LAIN karena DOA adalah NAFAS iman orang percaya.
Tuhan Yesus memberkati kita semua
Salam
Delfie P
akan memproses IMAN kita kepada Tuhan, tapi kita tidak perlu takut dan gentar karna Tuhan selalu siap dan sedia menolong. Dia tidak mengenal waktu ketika datang menolong kita, karena Dia adalah Tuhan yang setia. Mengandalkan Tuhan berarti menyadari keterbatasan kita. Sebagai manusia ciptaan kitapun tidak hidup sendirian, tapi masih ada yang lain. Dalam Firman Tuhan dituliskan bahwa yang KUAT mengkuatkan yang LEMAH. Nah disinilah peran kita sebagai orang percaya yang telah diselamatkan. Kita tidak hanya memikirkan diri kita sendiri tapi juga orang lain namun, kita tetap mengandalkan Tuhan. Maka dari itu MENARA DOA INDONESIA ini terbentuk untuk melayani, dalam hal ini yang dilakukan adalah PELAYANAN DOA, juga pelayanan-pelayanan yang lain.
Dalam Kisah Para Rasul 2:41-47
1. Mereka bertekun dan bersatu
“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan” (ay 42). Ada dua kegiatan yang mereka lakukan yaitu bertekun dalam pengajaran dan bertekun dalam persekutuan. Mereka meningkatkan iman/ kerohanian dan membina persaudaraan. Keseimbangan dibutuhkan untuk menjadikan mereka “sehati dan sejiwa” (Kis 4:32). Yang perlu disadari keakraban jemaat lebih mudah dicapai jika kerohanian jemaat meningkat karena semua jemaat akan berpusat kepada Kristus dan rindu menjalankan kehendak Bapa. Rasul Yakobus berkata pertengkaran dapat terjadi, “kamu menginginkan sesuatu tetapi kamu tidak memperolehnya” (Yak 4:2). Hanya orang-orang yang rohani akan berusaha hidup dalam roh dan mematikan keinginan daging. Dikatakan “mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah…makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati sambil memuji Allah” (ay 46). Tidak ada pertengkaran; tidak ada gossip (berkata-kata yang tidak perlu); tidak ada kemunafikan tetapi mereka berpusat kepada Firman Tuhan dan membina persaudaraan dengan hati yang tulus (Engl: sincere heart) – benar, jujur, bersih, murni, polos dan baik.
2. Mereka menyatakan kuasa Allah
“Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujijat dan tanda” (ay 43). “Mujijat dan tanda” harus dinyatakan sebagai bukti bahwa Tuhan yang kita sembah adalah “Allah yang Maha besar dan dahsyat” (Neh 1:5). Sewaktu Petrus menyembuhkan orang lumpuh di Bait Allah, “Seluruh rakyat itu melihat dia ... sehingga mereka takjub dan tercengang…” (Kis 3:9). Petrus ditanyai di Mahkamah Agama “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu” (Kis 4:7) dan dijawabnya “dalam nama Yesus Kristus” (Kis 4:10). Oleh sebab itu “makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan” (Kis 5:14). Yang perlu disadari bahwa kita adalah orang-orang percaya yang telah “menerima kuasa” (baca Kis 1:8). Di saat Tuhan mengutus murid-muridNya, “memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan” (Mat 10:1). Yang menjadi masalah masa kini banyak orang yang tidak menyadari akan kuasa Tuhan dan tidak menggunakan kuasaNya. Salah satu kuasa, “Doa orang benar bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Elia adalah manusia biasa sama dengan kita….” (Yak 5:16). Apakah karuniamu?
3. Mereka peduli terhadap sesama.
“selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing” (ay 45). Selalu ada yang bermurah hati atau yang hatinya tergerak oleh belas kasihan sehingga “tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka” (Kis 4:34). Sejauh apa keperdulian kita memenuhi kekurangan mereka? Tuhan Yesus menyatakan “Ketika Aku lapar … Ketika Aku haus… Ketika Aku seorang asing… Ketika Aku telanjang… Ketika Aku sakit… Ketika Aku di dalam penjara.. “ (Mat 25:35-36). Mereka saling memperhatikan dengan kasih dan peduli di antara saudara seiman! Apakah jemaat mula-mula exclusive? Tidak! Nasihat Rasul Paulus, “Marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman” (Gal 6:10). Sebagai pelengkap dalam hal pemberian kita, Rasul Paulus mengajarkan, “rela untuk memberi … berdasarkan apa yang ada padamu … Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka” (2 Kor 8:12-14). Pemberian bukan hanya harta tetapi disemua bidang termasuk waktu, tenaga, harta dan kepandaianmu.(JKI Agape)
Sebab itu marilah kita saling menguatkan dan saling mendorong satu dengan yang lain agar kita bersama-sama mewarisi KERAJAAN TUHAN YANG KEKAL.
DOA KITA AKAN MEMBANTU KEHIDUPAN IMAN ORANG LAIN karena DOA adalah NAFAS iman orang percaya.
Tuhan Yesus memberkati kita semua
Salam
Delfie P

Tidak ada komentar:
Posting Komentar